Hindari Obrolan Sensitif Dengan Pasangan Suami Isteri

Mengobrol dengan pasangan hidup di saat-saat santai sambil minum kopi dan menyantap cemilan tentu sangat mengasyikan. Namun obrolan santai bisa mendadak merusak suasana kalau menyinggung topik-topik yang sensitif untuk dibahas. Apa saja topik sensitif suami isteri (pasutri).

Keterbukaan dan kejujuran penting ditanamkan dalam komunikasi pasangan suami isteri ataupun pasangan yang tengah dalam masa pacaran. Karena dengan begitu, pasangan bisa saling mengenal keperibadian dan mampu membangun kepercayaan dalam hubungan. Meski begitu, nyatanya pasangan tak ingin membahas semua topik secara terbuka. Bahkan, ada hal-hal yang dianggap tabu untuk dibicarakan, dan pada akhirnya tak pernah terungkap.



Membahas hal-hal yang dianggap tabu oleh pasangan sebenarnya bisa memperkuat dan meningkatkan kualitas hubungan. Anda dan pasangan perlu menantang diri untuk membuka pembicaraan mengenai topik ini. Studi yang dilakukan oleh Anderson,M, Kunkel, A, & Dennis, MR, diterbitkan dalam journal of sex Reasearchs 2011, mengungkapkan fakta ini. Studi ini melibatkan 104 anak muda usia rata-rata 20, perempuan dan laki-laki. Hasil studi ini menyebutkan ada lima topik yang sungkan di utarakan oleh pasangan. Responden yang memiliki rata-rata satu tahun ini mengaku menghindari topik pembicaraan ini :

* Hubungan Masa Lalu
Kebanyakan orang, 38 %  dari 104 responden, enggan membicarakan hubungan di masa lalunya. Termasuk pengalaman romantis dan seksual bersama pasangannya.

* Isu Kontroversial
Pasangan cenderung enggan membahas isu politik atau agama. Menurut studi ini 16% responden mengaku tak suka membicarakan topik yang dianggap bisa mengundang kontroversi seperti ini.

* Etiket Dalam Hubungan
Mempertontonkan kemesraan di depan umum tak selamanya nyaman bagi pasangan. Ada 13% responden mengaku tak nyaman mengenai hal ini, dan mereka cenderung tak ingin membicarakannya.

* Aktivitas Personal
Pasangan tak selalu berduaan. Waktu untuk sendiri juga diperlukan. Setiap individu memiliki aktivitas berbeda yang ingin dilakukan tanpa pasangan. Meski hal ini lumrah dan alamiah, juga dijalankan pasangan, namun mereka cenderung tak ingin membahasnya. Sebanyak 13% orang mengaku sungkan membicarakan soal privacy, meski pada akhirnya topik ini sering memicu konflik.

* Status Hubungan
Hubungan boleh jadi sudah lama berjalan, namun masih tak jelas arahnya. Masalah ini masih banyak di jumpai pasangan muda. Kecenderungannya, mereka juga enggan membicarakan mengenai arah dan status hubungan. Sebanyak 15% responden mengakui hal ini. Peneliti senior, Dr Erine Lee menjelaskan ada sejumlah alsan mengapa pasangan enggan membahas lima topik ini.

Soal masa lalu, pasangan enggan membahasnya karena ingin menempatkan masa lalu sebagai sesuatu yang lampau dan tak perlu diungkit, apalagi jika tidak ada kaitannya dengan hubungan yang sedang di jalani saat ini. Selain juga untuk menghindari terjadinya saling membandingkan dan ketidaknyamanan lantaran mengukur keadaan saat ini dengan masa lalu, atau sebaliknya.

Menurut Lee, lima topik di atas juga enggan di bicarakan karena rasa khawatir isu tersebut akan membahayakan hubungan. Terutama kekhawatiran topik tersebut bisa merenggut keintiman dan rasa percaya dalam hubungan. " Pasangan enggan membicarakan topik tersebut karena khawatir malu, tersakiti, atau bahkan menimbulkan kecemburuan, " tandasnya.

No comments:

Post a Comment